Tentang sebuah Adab
Ustadzah Nilnaa Raudhatul Jannah
2/21/20261 min read
Para Sahabat yang senantiasa mendengar saat Rasul bicara, tiada satupun yang menyela
Ar robi' bin Sulaiman murid dari Imam Syafi'i yang mulia bahkan tidak berani minum air walau seteguk karena segan
Pun Imam Syafi'i yang membalik halaman dengan sangat amat pelan karena takut Imam Ahmad sang guru mendengarnya
Juga Abu Ubaid Al Qasim bin Salam yang sabar menunggu gurunya tanpa berani mengetuk pintu rumahnya meski ia harus menunggu lama
Teringat pula kisah Imam Ahmad dengan Harun bin Abdillah muridnya
Sungguh Arif cara beliau menegurnya
Mengendap di tengah mala, berjalan berjinjit agar tak menimbulkan suara yang mengundang perhatian
Lalu mengucap salam dan bicara sangat pelan, nyaris berbisik agar anak dan istrinya tidak terbangun mendengarnya
Tentang sebuah adab
Maka tak akan ada yang bilang "mengajar harus ikhlas" dari tutur seorang penuntut ilmu kepada sang guru
Maka tak akan ada kalimat "kalau mau kaya ya jangan jadi guru" dari seorang yang juga berilmu
Karena adalah harta salah satu syarat dari menuntut ilmu begitu kata ulama
Tentang sebuah adab
Adalah Imam Malik yang rela menjual atap rumahnya demi pendidikannya
Pun imam Bukhari menjual semua pakaian bahkan yang sedang dipakainya
Hingga ia tidak keluar berhari-hari dari rumah dan dibelikan pakaian oleh teman-temannya
Juga Abu Hatim rohimahullah yang selalu berjalan kaki dari satu negara ke negara lainnya karena tidak ada biaya
Tentang sebuah adab
Kata Ustadz Felix "Adab itu dari belajar dan akhlak itu dari ibadah"
Berilmu belum tentu beradab Berpengetahuan belum tentu berakhlak
Betapa banyak orang berilmu tanpa adab
Karena ilmu dan pengetahuan bahkan mereka bisa dicari dengan teknologi
Tentang sebuah adab, bukan cuma tingginya ilmu dan luasnya pengetahuan tapi juga keberkahan yang tiada batas
Demikianlah, Semoga terpetiklah sebuah hikmah untuk diri, membiasakan beradab menjadi sebuah akhlak
